
MANOKWARI, Sapapapua.com – Empat kepala suku se-Sorong Raya yakni, Kepala Suku Mare, Kepala sub Suku Ayamaru, Kepala Suku Besar Maybrat, dan Kepala Suku Binasket menyatakan sikap mendukung Otsus jilid II dan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) di Provinsi Papua Barat.
Kepala suku besar Maybrat, Marthen Nauw, mengungkapkan, pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) dan Otsus jilid II merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat bagi orang Papua.
” Kami bersyukur karena ini bentuk kepedulian pemerintah pusat untuk mensejahterakan dan membangun orang Papua lebih baik kedepannya, sehingga kami mewakili rakyat kami sangat mendukung,” katanya kepada wartawan di Manokwari, Sabtu (04/06/2022) siang.
Marthen Nauw menyebut, apabila Provinsi Papua Barat Daya terbentuk maka semua pihak akan ikut merasakan dampak pembangunan yang selama ini dinanti.
” Pembentukan DOB adalah impian kami. Kami ingin maju dan DOB serta Otsus adalah solusi,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait dengan adanya pernyataan sikap menolak DOB yang mengatasnamakan kepala suku, Marthen dengan tegas membantah. Menurutnya suara dukungan yang disampaikan adalah suara rakyat yang ingin perubahan.
” Kalau ada yang mewakili kepala suku dan mengatasnamakan rakyat, itu kepala suku mana dan rakyat dari mana, kami berani mendukung karena itu hasil musyawarah dan yang kami sampaikan adalah suara rakyat kami, ” tegasnya.
Marthen dengan lantang mengatakan bahwa seluruh Para Kepala Suku se-Sorong meminta agar Pemerintah Pusat secepatnya memproses pemekaran Provinsi Papua Barat Daya, sehingga dalam waktu dekat bisa terealisasikan.
“Kami mendukung dan secepatnya untuk itu kepada pemerintah pusat agar segera memprosesnya agar pemekaran ini bisa segera terealisasikan,” serunya.
Ditempat yang sama kepala Suku Binasket, Luther Krimadi menyampaikan bahwa DOB dan Otsus adalah solusi dalam membangun Provinsi Papua dan Papua Barat. ” DOB solusi sehingga tidak ada kata untuk menolak,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat secara seutuhnya mendukung DOB karena ingin ada perubahan. ” Kalau yang menolak itu tidak bisa dibilang mewakili rakyat, Kamilah yang menyampaikan suara rakyat,” tandasnya. (Admin)








