
MANOKWARI, Sapapapua.com – Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Pur) Drs Paulus Waterpauw M.Si memaparkan potensi-potensi investasi di Papua Barat kepada Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadaida di Manokwari, Rabu (15/06/2022) siang.
Dalam pemaparannya, Gubernur Waterpauw menyebut ada 12 potensi invstasi yang ada di Papua Barat yang bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Potensi itu diantaranya, investasi pabrik pakan ternak di Kabupaten Manokwari yang telah lama memiliki dokumen kajian dan menjadi prioritas.
Selanjutnya ada pabrik pupuk dan industri pala di Kabupaten Fakfak dan Kaimana. Pabrik pupuk di Fakfak dan Teluk Bintuni, Industri pala di Fakfak dan Kaimana, serta pertambangan nikel di Raja Ampat.
Kemudian, ada potensi Wisata Raja Ampat, Danau Anggi Pegunungan Arfak dan Triton Kaimana serta potensi peternakan di Kebar, Bomberai dan Kabupaten Sorong dan Pembangunan smelter di kawasan KEK Sorong.
Gubernur menyebut, Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah ini menjadi sesuatu yang harus disyukuri dan banggakan serta harus dikelola untuk kesejahteraan masyarakat Papua Barat.
‘’ Saya berharap dengan pelaksanaan rakor ini akan menghasilkan komitmen dan kesepahaman bersama dengan niat yang tulus dalam mempercepat peningkatan investasi sehingga membawa kesejahteraan bagi masyarakat di Papua Barat,’’ tuturnya.
Selain memaparkan potensi investasi, Gubernur Waterpauw juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Papua Barat pada triwulan I 2022 terkontraksi sebesar -1,01 persen dibandingkan dengan provinsi lainnya di Sulampua.
‘’ Hanya Papua Barat yang mengalami pertumbuhan negative, hal ini disebabkan sektor utama penyumbang pertumbuhan ekonomi terkontraksi negative seperti industry pengolahan, pertambangan penggalian, konstruksi serta pertanian, kelautan dan perikanan pada triwulan periode 2020-2022,’’ jelasnya.
Selain itu, kinerja eksport sejak triwulan ke-3 tahun 2021 hingga triwulan I tahun 2022 mengalami kontraksiu hingga negating atau penurunan hingga -1,73 persen.
Papua Barat terdiri dari 12 kabupaten dan satu kota, memiliki luas daratan 102.946,15 Km2 dengan jumlah penduduk 1.183.307 jiwa yang tersebar di wilayah Domberay dan Bomberay dengan rata-rata pertumbuhan penduduk 3,94 persen. (Redaksi)






