Deklarasi Rakyat Papua Barat Dukung Otsus dan DOB Dikirim ke Jokowi

MANOKWARI, Sapapapua.com – Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw, mengirimkan dokumen deklarasi rakyat Papua Barat berisi dukungan pada Otonomi Khusus (Otsus) dan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua kepada Presiden Joko Widodo.

Selain ditujukan kepada Presiden, deklarasi yang merupakan kesepakatan bupati, walikota,  forkompinda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan masyarakat Papua Barat itu juga dikirimkan kepada pemimpin lembaga tertinggi negara serta sejumlah menteri.

” Naskah Deklarasi Dukungan Kebijakan Otsus dan DOB disampaikan kepada Presiden, Wakil Presiden  Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua DPD, Menkopolhukam, Mendagri, Menkeu, Menkumham, Menteri PPN/Bappenas, dan Kepala Staf Kepresidenan,” kata Waterpauw di Manokwari pada Kamis (16/06/2022) pagi.

Dikatakan, isi deklarasi itu menegaskan kebulatan sikap Papua Barat dari tingkat pemimpin hingga masyarakat dari berbagai latar belakang menginginkan pemekaran dalam bentuk DOB dan Otsus.

” Bersama Forkopimda Provinsi Papua Barat dan Para Bupati Walikota Se-Provinsi Papua Barat, Tokoh Adat,Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Buruh, Perempuan,Tokoh Pemuda mewakili seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Papua Barat menyatakan berkomitmen mendukung implementasi kebijakan Otsus di Tanah Papua,” demikian salah satu isi butir deklarasi.

DOB dan Otsus diminta dijalankan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 untuk percepatan pembangunan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP) dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebelum dikirimkan kepada Presiden, deklarasi dukungan telah dibacakan di hadapan Forum Raker Bupati/Walikota se Provinsi Papua Barat di Gedung PKK, Arfai, 14 Juni 2022.

Paulus Waterpauw, putra asli Papua dan juga mantan Kapolda Papua Barat itu, menjelaskan  deklarasi dukungan terhadap pemekaran dari para bupati dan masyarakat Papua Barat merupakan salah satu hasil dari pelaksanaan raker paripurna para bupati dan walikota se-Papua Barat.

Ia mengatakan raker dibentuk sebagai wadah konsolidasi pemerintahan, kerjasama dan sinkronisasi program-program di daerah bersama provinsi.

” Tujuannya untuk mendukung penyelenggaraan dan soliditas pemerintahan dan otonomi daerah mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif dan bertanggung jawab,” ujar Waterpauw.

Waterpauw turut membubuhkan tanda tangan pada dokumen deklarasi bersama para bupati, walikota, dan tokoh masyarakat Papua Barat.

Di antara penandatangan itu adalah Bupati Maybrat, Bernard Sagrim, Bupati Teluk Wondama, Hendrik Syake Mambor, Bupati Manokwari, Hermus Indou, Bupati Kaimana, Freedy Thie, Wakil Bupati Sorong Selatan, Wempi Wely Rengkung, Pj Bupati Tambrauw, Engelberthus G. Kochu, Ketua Majelis Rakyat Papua Barat, Maxsi Nelson Ahoren, Rektor Unipa, Meky Sagrim, Tokoh Masyarakat Ayamaru, Marthen Nauw, Tokoh Masyarakat Flobamora, Clinton Tallo, Tokoh Binasket, Napolion Fakdawer, Tokoh Ikaswara Jawa, Sujanto, Tokoh Intelektual Arfai Mansel, Yafet Inden, Tokoh Pemuda, Soerse Daisu, Tokoh Perempuan, Lenie M Prawar, Tokoh Agama, Pdt Zadrak Simbiak dan tokoh-tokoh lainnya. (Redaksi)

  • Related Posts

    Gudang Obat di Kota Jayapura Ludes Terbakar

    JAYAPURA, Sapapapua.com– Sebuah gudang obat milik PT. Envesal Putra Mega Trading, Tbk yang terletak di Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura terbakar pada Senin (5/1/2024) malam. Dari data kepolisian, ini…

    Truck Pengangkut Prajurit TNI Terbalik, 9 Orang Terluka

    JAYAPURA, Sapapapua.com – Sebanyak sembilan personel Batalyon Infanteri Yonif/761 Kibibor Akinting yang menjadi korban truk terbalik di ditanjakan menuju Warmare masih dalam penanganan medis di RS Bhayangkara, Manokwari, Papua Barat.  “Sampai…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *