
JAYAPURA, Sapapapua.com – Kurang lebih empat tahun mengungsi akibat penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap 19 pekerja PT. Istaka Karya pada Desember 2018 lalu, ratusan warga Distrik Yigi, Kabupaten Nduga mulai kembali ke rumah masing-masing.
Kembalinya ratusan warga ini tak terlepas dari pembinaan teritorial dan komsos secara intens yang dilakukan oleh Satgas Yonif RK 114/SM kepada para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat.
“ Pendekatan yang dilakukan oleh Satgas Yonif RK 114/SM mendapat respon positif dari masyarakat. Dengan bantuan pendeta Sipe Kelnea selaku tokoh agama dan tokoh masyarakat Distrik Yigi, diadakan pertemuan terkait keinginan masyarakat Yigi yang ingin kembali ke kampungnya,” kata Komandan Korem 172/PWY, Kolonel Inf J O Sembiring di Jayapura, Selasa (21/06/2022).
Dari pertemuan tersebut, saat ini sebanyak 32 orang terdiri dari tokoh agama, tokoh adat dan aparatur kampung beserta perwakilan masyarakat berangkat ke kampung Yigi, Distrik Yigi dan melaksanakan doa bersama serta melihat secara langsung kondisi kampung yang telah lama ditinggalkan.
“ Jadi setelah mereka kembali dan melihat langsung rumahnya, maka mereka sepakat untuk kembali bersama dengan keluarga mereka,” ujarnya.
Danrem berharap, dengan adanya masyarakat yang kembali ke Kampung Yigi akan diikuti oleh masyarakat lainnya di daerah yang juga ditinggalkan oleh masyarakat pasca kejadian Desember 2018 silam untuk kembali dan membangun kampung halamannya.
“ Kami siap membantu baik memfasilitasi maupun melakukan pendampingan terhadap masyarakat untuk kembali memulai aktifitas seperti sediakala. TNI dan Polri akan selalu bersinergi dan solid untuk terus berupaya menumbuhkan rasa aman bagi masyarakat,” bebernya.
Kolonel JO Sembiring menambahkan, masyarakat yang sempat meninggalkan kampungnya tidak perlu khawatir untuk kembali karena TNI hadir untuk menjaga dan bekerjasama dengan masyarakat untuk membangun Papua.
Sementara itu, Pendeta Sipe Kalnea mengatakan bahwa masyarakat Yigi saat ini membutuhkan perhatian dari pemerintah untuk membangun kembali daerah yang telah ditinggalkan oleh masyarakat pasca kejadian tersebut.
“ Kami meminta bantuan dari pihak TNI untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas umum seperti gereja, sekolah dan rumah kami yang sudah rusak selama kami tinggalkan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, kami berharap pihak TNI dapat menjamin keamanan masyarakat kami dari terror KKB,” harap Pendeta Sipe.
Pihaknya menambahkan bahwa masyarakat yang sudah bertempat tinggal kembali di kampung Yigi akan memulai kegiatan bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“ Kita akan kembali untuk memulai kehidupan kami dengan bercocok tanam dan memelihara hewan ternak,” ujarnya.
Untuk diketahui, pasca penyerangan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap 19 pekerja PT. Istaka Karya pada 2 Desember 2018 lalu, ratusan masyarakat dari Distrik Yigi, Distrik Yal dan Distrik Mugi mengamankan diri ke beberapa daerah seperti, Wamena, Lanny Jaya, Kenyam dan beberapa daerah lainnya.
Ratusan warga ini memilih untuk mengamankan diri untuk menghindari ancaman KKB Pimpinan Egianus Kogoya. (Redaksi)






