
JAYAPURA, Sapapapua- com – Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Candra Kurniawan memastikan bahwa korban penembakan dan pembakaran oleh Kelompok OPM di Paniai bukan prajurit TNI-AD.
Letkol Chandra Kurniawan menyebut, korban adalah warga sipil yang berprofesi sebagai sopir angkutan umum.
“Itu hoax, korban pembantaian OPM di Paniai atas nama Rusli bukan anggota TNI AD, tapi murni warga sipil,” katanya di Kota Jayapura, Jumat (14/6/2024).
Chandra menyebut, OPM adalah penjahat kemanusiaan yang menyengsarakan masyarakat serta membuat Papua semakin terpuruk.
“OPM adalah penjahat kemanusiaan, mengorbankan nyawa manusia hanya untuk kepentingan dan ambisi gerombolannya,” tegas Kapendam.
Untuk itu kata Kapendam, aparat gabungan TNI-Polri akan tetap menjalankan penegakan hukum kepada OPM yang menyengsarakan masyarakat Papua.
“Melindungi dan melayani masyarakat tetap dilakukan oleh aparat TNI-Polri. Seiring hal itu, pengejaran dan penegakan hukum terhadap OPM tetap ditegakkan,” tegas Chandra.
Sebelumnya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap VIII Intan Jaya menyatakan bahwa korban penembakan di Paniai adalah anggota TNI yang menyamar untuk memata-matai pergerakan TPNPB di Paniai.
“Korban adalah anggota militer Indonesia, sehingga kami bunuh. TPNPB Kodap VIII Intan Jaya, Undius Kogeya bersama seluruh pasukan bertanggungjawab atas kejadian tersebut,” kata Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom dalam siaran persnya.
Sebby juga menyatakan bahwa penembakan itu sebagai bentuk perlawanan terhadap aparat TNI-Polri yang ada di Papua.
“Kami menyatakan perang terbuka terhadap militer Indonesia. Kami juga sampaikan kepada Pemerintah Indonesia untuk segera melakukan negosiasi internasional dalam menyelesaikan sengketa politik orang Papua,” pintanya. (Redaksi)






