
JAYAPURA, Sapapapua.com – Sebanyak sembilan personel Batalyon Infanteri Yonif/761 Kibibor Akinting yang menjadi korban truk terbalik di ditanjakan menuju Warmare masih dalam penanganan medis di RS Bhayangkara, Manokwari, Papua Barat.
“Sampai hari ini masih ada sembilan anggota kita yang masih menjalani perawatan medis karena mengalami luka saat kecelakaan terjadi,” kata Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Kolonel Inf Syawaludin Abuhasan saat dikonfirmasi pada Selasa (20/8/2024) pagi.
Kapendam menjelaskan, kecelakaan ini terjadi pada Sabtu (17/8/2024) pagi. Saat itu truck yang membawa 24 personel Yonif/761 itu hendak menuju ke Kantor Gubernur Papua Barat untuk mengikuti upacara HUT RI ke-79.
Namun dalam perjalanan, tepatnya tanjakan Warmare mobil mengalami kecelakaan karena menghindari tabrakan dengan mobil lain yang melambung dalam kecepatan tinggi.
“Kecelakaan itu terjadi karena sopir kita ini berupaya menghindari tabrakan dengan mobil milik masyarakat sehingga keluar dari jalan dan terguling. Akibatnya sembilan orang anggota terluka dan harus mendapatkan penanganan medis,” terangnya.
Kapendam juga menegaskan bahwa kecelakaan itu bukan karena rem blong, tapi karena ingin menghindari tabrakan dengan mobil lain yang melambung dengan kecepatan tinggi.
“Jadi saya ingin pastikan bahwa ini bukan rem blong, tapi karena truck yang membawa anggota kita ini menghindari kendaraan lain supaya tidak ada tabrakan,” tegasnya. (Redaksi)








