
JAYAPURA, Sapapapua.com – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua menggelar deklarasi kampanye damai calon wakil gubernur dan wakil gubernur pada Rabu (25/09/2024) sore.
Deklarasi kampanye damai dimulai dengan konvoi kendaraan dari Kantor Gubernur Papua menuju Kantor KPU Papua yang diikuti oleh Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong, Ketua KPU Papua, Steve Dumbon serta kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur bersama tim pemenangan masing-masing calon.
Dalam deklarasi kampanye damai yang digelar, kedua pasangan calon beserta partai pendukung menyatakan sikap untuk mewujudkan pilkada yang aman, langsung, jujur adil dan tertib.
Usai pembacaaan deklarasi, dilanjutkan dengan pelepasan balon udara, serta pelepasan burung merpati oleh kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur sebagai symbol bahwa kedua pasangan calon tidak akan mengingkari janjinya.
Dalam arahannya, Ketua KPU Papua, Steve Dumbon meminta kedua pasangan calon dan tim pendukung untuk menggelar kampanye secara damai dan tidak saling menyerang pasangan calon dengan isu sara.
“Selama 60 hari kampanye, KPU memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pasangan calon untuk berkampanye, beradu visi dan misi, gagasan dan program kepada 750.480 pemilih yang tersebar di 9 kabupaten/kota,” katanya saat memberikan sambutan.
“Dalam kampanye juga ada larangan-larangan tertentu yang harus dihindari oleh pasangan calon, yakni pasangan calon dilarang menyinggung suku, agama dan ras dan antar golongan. Yang diharuskan adalah penyampaian visi misi dan program,” tegasnya.
Ketua KPU berharap kedua pasangan calon memberikan pendidikan politik kepada masyarakat dan tim pendukung untuk menciptakan suasana politik yang bersih, aman dan nyaman.
“Kita harap agar selama masa kampanye kita jaga sama-sama agar tidak terjadi konflik atau perpecahan diantara kita. Mari kita jaga daerah ini tetap aman dan damai sehingga kita bisa memilih pemimpin yang amanah yang membawa kesejahteraan untuk masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong, mengatakan biaya pilkada yang digunakan adalah uang rakyat sehingga kedua pasangan calon beserta penyelenggara dan seluruh tim pendukung wajib mempertanggungjawabkannya kepada rakyat.
“Pemerintah pusat dan daerah mendukung pelaksanaan pilkada yang aman dan damai dengan mengeluarkan anggaran untuk pilkada. Oleh karena itu uang yang digunakan ini harus dipertanggungjawabkan karena uang ini adalah milik rakyat,” pintanya.
Untuk itu, penjabat gubernur meminta kepada kedua pasangan calon dan tim pendukung menciptakan pilkada yang aman dan kondusif penuh kegembiraan.
“Pesta demokrasi ini kita lakukan dengan hati, dengan penuh kegembiraan untuk bisa memilih dan menentukan pemimpin kita selama 5 tahun kedepan. Kepada semua stakeholder mari kita bersama-sama untuk melaksanakan pilkada ini agar terlaksana dengan baik,” tuturnya.
“Harapan kita kampanye ini tidak bernuansa SARA, lakukanlah kampanye secara adab dan kasih, sehingga kita bisa merasakan kedamaian di tanah ini. Mari berkampanye dengan hati yang riang dan gembira untuk menghasilkan pemimpin yang amanah,” tandasnya. (Redaksi)








