
JAYAPURA, Sapapapua.com – Sebanyak 34 kepala distrik Se-Kabupaten Pegunungan Bintang mengikuti Pelatihan dan Pendidikan Pamongpraja di Kota Jayapura, Papua pada Senin (5/5/2025).
Pelatihan dan Pendidikan Pamongpraja ini digelar untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga mampu berperan sebagai penyelenggara pemerintahan yang professional.
Bupati Pegunungan Bintang, Yan Spei Bidana, dalam arahannya menginstruksikan seluruh kepala distrik untuk selalu berada di tempat tugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga tingkat kampung.
“Kepala distrik adalah koordinator wilayah sehingga harus selalu berada di tempat untuk memastikan pelayanan pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur dan penyelenggaraan pemerintahan berlangsung. Dengan begitu maka masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang maksimal,” katanya kepada wartawan usai membuka Pelatihan dan Pendidikan Pamongpraja di Kota Jayapura pada Senin siang.
Disamping itu, kepala distrik harus menjamin ketersediaan pangan di kampung, sehingga masyarakat bisa hidup dan tidak bergantung pada pangan yang dibawa atau disuplai dari luar daerah.
“Tugas kepala distrik juga harus memastikan ketersediaan pangan, supaya setiap warga itu punya makanan di rumah mereka. Dengan begitu maka akan membantu mencegah terjadinya stunting bagi bayi yang baru lahir,” ujarnya.
Selain itu kata bupati, kepala distrik harus memastikan situasi keamanan di daerah tetap kondusif sehingga pembangunan bisa dilakukan dari tingkat kampung.
“Kepala distrik harus memastikan situasi di daerah itu aman dan kondusif. Dengan begitu maka aka nada investor yang mau masuk dan membangun di kampung. Jadi orang datang bawa uang ke kampung, kita tidak lagi ke Oksibil atau Jayapura untuk cari uang,” pintanya.
Bahkan dengan tegas bupati menyatakan akan memberikan sanksi bagi kepala distrik yang tidak berada di tempat untuk menjalankan tugas.
“Bagi yang tidak berada di tempat dan masih sering ke Oksibil atau Jayapura, saya peringatkan untuk berhenti. Sekarang kembali dan bangun kampung, jika tidak maka saya tidak segan akan berikan sanksi,” tegasnya.
Sementara itu, Kabag Tata Pemerintahan Pegunungan Bintang, Moritz Lombogia, mengatakan, Pelatihan dan Pendidikan Pamongpraja ini untuk mengembalikan marwah seorang kepala distrik sebagai koordinator wilayah yang bertanggung jawab penuh di distrik.
“Letak geografis antar distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang 90 persen masih menggunakan transportasi udara sehingga sedikit tersendat dalam pelayanan. Untuk itu melalui Pelatihan dan Pendidikan Pamongpraja ini kami ingin memastikan bahwa kepala distrik sebagai koordinator wilayah bisa memahami dengan sadar dan bertanggung jawab memahami tupoksinya,” ungkapnya.
Diharapakan dengan pelatihan yang diperoleh, para kepala distrik bisa memahami tupoksi dan meningkatkan kinerja untuk mensukseskan visi dan misi Pegunungan Bintang cerdas dan mandiri.
“Harapan kami bahwa dengan pelatihan yang kami berikan, maka para kepala distrik bisa berinovasi untuk mendukung visi dan misi bupati Pegunungan Bintang harus cerdas, mandiri secara ekonomi budaya dan tata ruang yang ada,” tandasnya. (Redaksi)






