
JAYAPURA, Sapapapua.com – Seorang warga bernama Syafaruddin (40) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di jurang sedalam 500 meter di Distrik Wanwi, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah pada Sabtu (12/7/2025) siang.
Korban yang berprofesi sebagai tukang ojek ini diduga menjadi korban pembacokan dan perampokan oleh orang tak dikenal.
Wakapolres Puncak Jaya, AKP Misken Darius, menjelaskan, korban dilaporkan hilang sejak Jumat siang saat mengantar salah satu penumpang dari Distrik Tingginambut ke Distrik Wanwi.
Dari laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil mengetahui keberadaan korban di Distrik Wanbi dalam keadaan meninggal dunia.
“Peristiwa ini bermula saat korban dilaporkan hilang oleh warga ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Puncak Jaya pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 WIT. Dari laporan itu kita lakukan penyelidikan dan sekitar pukul 11.45 WIT, kami mendapat laporan bahwa korban ditemukan di sekitar Distrik Wanwi,” ujar Wakapolres Puncak Jaya, AKP Misken Darius dalam keterangannya.
Mengetahui keberadaan korban, Personil Polres Puncak Jaya dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap korban yang berada di dalam jurang sedalam 500 meter.
“Tim bergerak menuju TKP dengan mobil ambulans dari RSUD Mulia. Namun, akses ke lokasi sangat sulit karena kondisi geografis pegunungan. Tim gabungan terpaksa berjalan kaki sejauh 5 kilometer menuju lokasi setelah kendaraan roda empat tidak bisa melanjutkan perjalanan,” ungkapnya.
“Jenazah ditemukan di dalam jurang sedalam kurang lebih 500 meter. Proses evakuasi melibatkan masyarakat setempat karena medannya sangat curam,” ujar AKP Misken.
Korban diduga menjadi sasaran pembacokan dan perampokan oleh orang tak dikenal karena ditemukan luka bacokan di bagian kepala dan kaki.
“Hasil pemeriksaan awal menyebutkan korban mengalami luka bacokan di bagian kepala dan kaki. Selain itu, motor dan ponsel korban hilang, yang memperkuat dugaan bahwa korban menjadi sasaran pembacokan dan perampokan.
Saat ini jenazah Syafaruddin sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Mulia. Rencananya, jenazah akan dipulangkan ke kampung halaman di Makassar Sulawesi Selatan pada Minggu pagi untuk dimakamkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika mengetahui keberadaan pelaku atau menemukan barang-barang milik korban,” imbau Wakapolres. (Redaksi)






