
MERAUKE, Sapapapua.com – Upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan dengan membuka 1 juta hektar lahan pertanian food estate di Kabupaten Merauke, Papua Selatan mendapat dukungan penuh dari Pertamina Patra Regional Papua Maluku.
Dukungan nyata dari Pertamina Patra Regional Papua Maluku itu berupa kerjasama dengan Dinas Pertanian untuk menyalurkan BBM bersubsidi bagi petani dengan harga yang terjangkau agar para petani bisa menjalankan traktor dan alat pertaniannya.
“Supaya BBM bersubsidi ini benar-benar membantu masyarakat khususnya petani, kami menggunakan data rekomendasi dan barcode Xstar yang dikeluarkan oleh Dinas Pertanian. Melalui barcode tersebut, kami bisa lebih cepat memastikan bahwa petani mana saja yang membutuhkan BBM bersubsidi untuk mendukung Food Estate Merauke,” kata Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo di Kota Jayapura, Rabu (1/10/2025).
Selain itu kata Awan, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku juga telah menyediakan 10 SPBU untuk melayani petani dengan rekomendasi dan barcode Xstar dalam menggarap oplah awal 60 ribu hektar lahan pertanian.
Tak hanya itu, dengan cepatnya pengolahan lahan, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku juga berencana menambah 3 SPBU untuk melayani tambahan kebutuhan BBM bagi para petani.
“Kami diberi amanah menyalurkan BBM bersubsidi yang terjangkau bagi petani untuk memudahkan mereka mewujudkan cita-cita swasembada pangan bisa terpenuhi. Dengan bantuan Dinas Pertanian dan dengan penunjukkan langsung SPBU khusus untuk melayani petani, kami harap tidak ada lagi kendala penyaluram BBM bersubsidi bagi alat pertanian di Merauke,” tukas Awan.
Sementara itu, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari yang menjadi penanggung jawab program swasembada pangan Provinsi Papua Selatan, Dr. Oeng Anwarudin, mengatakan, Xstar merupakan aplikasi yang dikeluarkan BPH Migas dengan tujuan untuk memudahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menerbitkan surat rekomendasi yang akan digunakan masyarakat berhak, seperti nelayan, UMKM, termasuk petani agar betul-betul mendapatkan akses BBM terjangkau.
“Pelayanan semua sudah berbasis aplikasi, dalam surat rekomenasi yang diterbitkan tersebut sudah dilengkapi barcode yang kemudian scan di SPBU, setelah discan akan terverifikasi dan menunjukkan jumlah kuota yang bisa dibeli kemudian langsung dilayani. Jadi harapannya memang selain pemenuhan BBM bersubsidi yang harganya terjangkau bagi petani, kuota juga bisa dijaga dengan transparan,” imbuhnya. (Redaksi)






