
JAYAPURA, Sapapapua.com – Seorang karyawan PT. TJP atas nama Anselmus Arfin tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Ndugusiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah pada Rabu (8/10/2025) pagi.
Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menjelaskan, penembakan ini terjadi saat korban bersama sejumlah pekerja lainnya sedang melakukan pengukuran jalan di area perbatasan Kampung Ndugusiga dan Bambu Kuning.
“Aksi penembakan terjadi sekitar pukul 10.20 WIT. Saat itu korban bersama empat rekannya sedang menggunakan traktor untuk melakukan pengukuran jalan di area perbatasan Kampung Ndugusiga dan Bambu Kuning,” katanya dalam siaran pers yang diterima Sapapapua.com pada Rabu sore.
Korban ditembak dari arah kiri jalan yang mengenai dada kiri korban hingga tembus ke punggung.
“Saat para pekerja melakukan pengukuran jalan, tiba-tiba terdengar letusan tembakan dari arah kiri jalan yang mengenai dada kiri korban hingga tembus ke punggung. Korban sempat dievakuasi ke RSUD Sugapa untuk mendapatkan penanganan medis, namun korban akhirnya meninggal dunia,” ungkapnya.
Pasca penembakan, tim gabungan TNI-Polri langsung turun ke lokasi dan melakukan pengejaran, namun kelompok bersenjata sudah melarikan diri dari lokasi kejadian.
Kombes Yusuf menyebut, pelaku penembakan diduga kuat dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata pimpinan Daniel Aibon Kogoya yang kerap beroperasi dan membuat ulah di wilayah Intan Jaya.
“Berdasarkan hasil pemantauan awal, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok KKB yang dipimpin Daniel Aibon Kogoya yang kerap beroperasi dan membuat ulah di wilayah Intan Jaya,” bebernya.
Pasca penembakan yang dilakukan, aparat keamanan TNI-Polri meningkatkan pengamanan di sekitar lokasi kejadian serta melakukan langkah-langkah penegakan hukum terhadap pelaku.
“Kami telah menempatkan personel di sejumlah titik rawan dan memperkuat patroli agar kejadian serupa tidak terulang. Tim juga tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas kelompok pelaku dan jaringan yang terlibat,” ujarnya. (Redaksi)






