
SENTANI, Sapapapua.com – Dalam rangka merayakan natal dan memperingati hari noken sedunia, Club Pencinta Alam (CPA) Hirosi Papua menggelar ibadah bersama komunitas pencinta lingkungan dan stakeholders terkait di Sekolah Alam Hirosi Kemiri, Sentani, Kabupaten Jayapura pada Kamis (22/12/2022).
Ibadah perayaan natal dan peringatan hari noken sedunia digabung karena dinilai memiliki makna yang sama. Dimana natal berkaitan dengan kelahiran Yesus ke dunia, sementara noken memiliki nilai filosofi sebagai mama dan identitas orang Papua.
“ Noken itu memiliki symbol kandungan seorang ibu dan ini juga berkaitan dengan natal bahwa Yesus lahir ke dunia dari seorang ibu Maria untuk menjadi juruselamat. Jadi ada beberapa hal penting yang perlu kita maknai di moment ini bahwa kita harus menghormati orang tua yang sudah melahirkan kita,” kata Pendiri Club Pencinta Alam (CPA) Hirosi Papua, Marshall Suebu usai ibadah.
Pada momentum perayaan natal dan peringatan hari noken sedunia ini, Club Pencinta Alam Hirosi Papua ingin mengingatkan semua pihak untuk melestarikan noken, karena noken papua sudah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada 04 Desember 2012 lalu.
“ Pada moment ini, kami ingin mengingatkan semua orang papua bahwa kebudayaan yang Tuhan berikan melalui noken itu penting untuk dilestarikan karena noken memeilki banyak hal positif tentang budaya papua yang bisa diambil, digali, dipelajari dan dihidupkan,” ujarnya.
Marshall menyebut, selama ini Hirosi Papua terus berkomitmen dalam melestarikan budaya noken dengan mengajarkan generasi muda untuk merajut noken serta memahami filosofi noken.
“ Kami di Sekolah Alam Hirosi mengajarkan generasi muda untuk terus mempertahankan budaya noken sebagai warisan dunia. Diantaranya dengan melatih generasi muda untuk meningkatkan skill merajut noken, memberikan pengetahuan tentang nilai/makna noken sehingga mereka tau dan dihidupkan,” bebernya.
Selain melestarikan budaya noken, Sekolah Alam Hirosi Papua juga mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyediakan bahan baku noken dengan membuat Hutan Koleksi Tanaman Noken Papua Indonesia (Hutan Konopi).
“ Untuk mengupayakan ketersediaan bahan baku noken, kita di Hirosi mendorong supaya semua pihak membantu agar kita bisa memiliki satu hutan koleksi yang kita sebut dengan Hutan Koleksi Tanaman Noken Papua Indonesia (Hutan Konopi). Saat ini sudah ada 10 jenis yang kita kembangkan,” ungkapnya.
“ Kita berharap setelah adanya koleksi, kita bisa koordinasi dengan pemerintah daerah yang punya lahan untuk dikembangkan menjadi hutan-hutan noken, sehingga kedepan tidak hanya menjadi koleksi, namun bisa di panen ambil bahan bakunya kemudian diproduksi menjadi noken dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” harapnya.
Ditempat yang sama, Wagus Hidayat memberikan apresiasi kepada Sekolah Alam Hirosi Papua yang terus berkomitmen mendidik generasi muda untuk menjaga budaya noken papua.
“ Saya selalu mengikuti perkembangan Sekolah Alam Hirosi ini dan patut kita apresiasi karena mereka tetap konsisten dalam menjaga kebudayaan papua terutama noken. Harapan kita bahwa lebih banyak generasi muda yang peduli untuk melestarikan noken sebagai budaya dunia dari papua,” bebernya.
Dikesempatan itu, Wagus juga membeli hasil karya noken dan menyerahkan bantuan modal usaha guna pengembangan noken.
“ Ini merupakan motivasi kepada anak-anak sekolah alam Hirosi agar lebih semangat dalam menghasilkan karya seni noken. Jadi mereka tidak hanya belajar, tapi mereka bisa mendapatkan penghasilan dari hasil kerajinan tangan membuat noken,” tandasnya. (Redaksi)






