
MANOKWARI, Sapapapua.com – Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Drs Paulus Waterpauw, M.Si menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya Menteri PAN RB, Tjahjo Kumolo pada Jumat siang.
Menurut Waterpauw, Tjahjo Kumolo adalah sosok seorang bapak dan kakak yang baik hati yang selalu menerima dengan tangan terbuka.
“ Beliau sosok bapak, kakak yang baik, low profile dan beliau menerima saya apa adanya,” kenangnya.
Ia menceritakan, sewaktu masih menjabat Kapolda Papua hingga Kabaintelkam Polri pernah beberapa kali bertemu Tjahjo Kumolo dan berbincang di ruang kerjanya.
“ Sewaktu menjabat Kabaintelkam saya berkunjung ke kantornya untuk menyampaikan laporan. Setelah itu saya pamit dan beliau antar keluar ruangan hingga ke depan lift, sampai saya ga enak. Saya sampaikan ke baliau, matur suwun (terima kasih) Pak Menteri sudah diterima dengan baik, saya ga usah diantar. Oh tidak kata beliau, tetap saya antar Pak Paulus,” ujar Waterpauw mengenang sosok Tjahjo Kumolo.
“ Jadi memang beliau paham saya sebagai siapa dan saya lihat caranya beliau, saya yakin beliau memberikan suporting, memberikan dorongan moril yang tinggi untuk saya juga. Bicara tektok langsung, walaupun hari-hari tidak berkomunikasi langsung,” beber Waterpauw.
Bahkan kata Paulus Waterpauw, sebulan lalu dirinya ingin bertemu almarhum, namun karena Menteri Tjahjo dalam keadaan sakit, sehingga dalam pertemuan itu hanya didelegasikan kepada para deputinya.
“ Saat itu, saya ingin mengurus nasib 512 tenaga honorer yang berakhir dengan 512 orang honorer diterima sebagai ASN dengan syarat P3K. Namun karena beliau dalam keadaan sakit maka hanya di delegasikan kepada para deputinya,” jelasnya.
Pj gubernur mengaku, saat menerima kabar Menteri Tjahjo sakit, dirinya berpikir positif bahwa Menteri Tjahjo akan sembuh, tapi Tuhan punya rencan lain dalam kehidupan.
“ Kita semua berduka cita yang mendalam, kehilangan sosok anak bangsa, pejuang yang gigih dalam bekerja dan mengurusi permasalahan dengan baik dan beliau tokoh sosok nasional yang luar biasa yang punya prinsip dan banyak orang kehilangan,” ungkapnya.
“ Kepada keluarga, saya minta maaf tak bisa hadir langsung. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan beliau diterima di sisi-Nya,” pesannya. (Redaksi)








