
JAYAPURA, Sapapapua.com – Satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap III D Dulla atas nama Hurbianus Mirip tewas dalam kontak tembak dengan aparat gabungan TNI-Polri di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, Hurbianus Mirip masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di wilayah Papua Tengah.
“Hurbianus Mirip merupakan anggota KKB Kodap III D Dulla yang telah masuk dalam daftar pencarian orang sejak 2025 karena diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata di wilayah Nabire dan Paniai,” ungkap Kasatgas Humas pada Kamis (19/3/2026) pagi.
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, Hurbianus Mirip diduga terlibat dalam beberapa aksi kejahatan di Papua Tengah, diantaranya, terlibat perampasan dua pucuk senjata api jenis AK-101 dan pembunuhan dua personel Brimob Bripka Muhammad Arif Maulana dan Bripda Nelson Runaki pada 13 Agustus 2025.
“Selain itu, kelompok tersebut juga diduga melakukan penembakan terhadap masyarakat dan aparat di wilayah Kali Semen pada 17 Oktober 2025,” bebernya.
Tak hanya itu, Hurbianus Mirip juga terlibat aksi pemalangan di ruas Jalan Trans Nabire–Paniai KM 58 pada 20 Oktober 2025 serta terlibat dalam kontak tembak dengan aparat keamanan di kawasan Bukit Doa pada 27 November 2025.
“Yang bersangkutan juga terlibat dalam penyerangan terhadap pos pengamanan TNI di area PT Kristalin pada 21 Februari 2026 yang menyebabkan satu personel TNI dan satu warga sipil meninggal dunia serta perampasan tiga pucuk senjata api,” ungkapnya.
Selain aksi kekerasan bersenjata, kelompok tersebut juga terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap seorang anggota kepolisian, yakni Bripda Kanza A. Mampioper yang terjadi di Pasar Enarotali (PLN Lama), Kabupaten Paniai.
“Dalam kejadian tersebut korban mengalami luka pada dada kanan, luka sobek di bagian belakang kepala, serta luka pada telapak tangan kanan,” pungkasnya. (Redaksi)






