OJK Papua Ajak Masyarakat Kenali Empat Modus Kejahatan Social Engineering

JAYAPURA, Sapapapua.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat menghimbau masyarakat untuk mewaspadai kejahatan social engineering yang saat ini kerap menimpa nasabah perbankan.

Kepala OJK Papua dan Papua Barat, Muhammad Ikhsan Hutahaean, menjelaskan, kejahatan social engineering adalah salah satu cara untuk mengelabui atau memanipulasi korban agar bisa mendapatkan informasi data pribadi atau akses yang diinginkan, yang nantinya akan mempermudah para pelaku kejahatan untuk memperdayai korbannya, dan berujung pada terjadinya kejahatan perbankan, seperti penipuan, penyalahgunaan data nasabah atau bahkan mereka tidak segan untuk menguras isi rekening para korbannya.

Dikatakan, dalam melakukan aksinya, para pelaku kejahatan social engineering berupaya untuk mempengaruhi pikiran korban melalui berbagai cara dan media yang persuasif, sehingga membuat korban tanpa sadar akan menjawab atau mengikuti instruksi pelaku.

“ Biasanya ada 4 modus yang kerap digunakan oleh pelaku kejahatan social engineering, yaitu Info Perubahan Tarif Transfer Bank. Dalam modus ini, penipu berpura-pura sebagai pegawai bank dan menyampaikan informasi perubahan tarif transfer bank kepada korban. Penipu meminta korban mengisi link formulir yang meminta data pribadi seperti PIN, OTP dan password,” jelasnya kepada wartwan di Kota Jayapura pada Selasa (21/06/2022) sore.

“ Berikutnya adalah tawaran menjadi nasabah prioritas. Penipu menawarkan iklan upgrade menjadi nasabah prioritas dengan segudang rayuan promosi. Penipu akan meminta korban memberikan data pribadi seperti Nomor Kartu ATM, PIN, OTP, Nomor CVV/CVC, dan password,” sambungnya.

Selain itu, modus berikutnya adalah pemalsuan akun layanan konsumen palsu. Dalam kasus ini pelaku akan memunculkan akun palsu ketika ada nasabah yang menyampaikan keluhan terkait layanan perbankan.

“ Pelaku akan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhannya dengan mengarahkan ke website palsu pelaku atau meminta nasabah memberikan data pribadinya,” tuturnya.

Selanjutnya adalah tawaran Menjadi Agen Laku Pandai. Penipu menawarkan jasa menjadi agen laku pandai bank tanpa persyaratan rumit.

“ Dalam modus ini, penipu akan meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk mendapatkan mesin EDC,” bebernya.

Ikhsan menjelaskan, dalam menjalankan transaksi, para petugas bank resmi tidak akan meminta atau menanyakan password, PIN, MPIN, OTP atau data pribadi lainya, sehingga jika ada nasabah yang di hubungi oleh oknum yang mengaku sebagai petugas bank tertentu, tetapi meminta sejumlah data pribadi, nomor pin nomor otp dan sejumlah data yang bersifat rahasia, dan menggunakan website ataupun nomor telepon yang mencurigakan, maka bisa dipastikan itu adalah upaya penipuan, sehingga masyarakat diminta untuk tidak meresponnya.

“ Terkait dengan itu, saya menghimbau masyarakat untuk lebih waspada, dan jika ada penawaran yang mencurigakan, maka  mereka harus segera menghubungi pihak perbankan untuk melakukan verifikasi penawaran tersebut, atau menelpon ke call center aduan perbankan OJK di nomor 175, nanti akan dilayani oleh tim pengaduan OJK,” imbuhnya.

Ikhsan Hutahaean mengaku, hingga saat ini OJK Papua dan Papua Barat belum menerima laporan terkait dengan adanya praktek kejahatan social engineering. Namun demikian tidak menutup kemungkinan hal itu bisa menimpa nasabah perbankan di Papua, sehingga masyarakat diingatkan untuk lebih mewaspadai adanya penawaran pengawasan yang tidak jelas, dan sebisa mungkin melakukan verifikasi sebelum menerima tawaran dari pihak perbankan.

“ Sampai saat ini belum ada laporan kejahatan perbankan social engineering di Papua dan Papua Barat, namun bukan berarti kita harus lengah, kita sebagai nasabah harus lebih jeli dalam merespon berbagai tawaran dan iming iming program dari perbankan, yang dilakukan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya. (Redaksi)

  • Related Posts

    Pertamina Patra Niaga Beri Diskon Avtur Sepuluh Persen Selama Libur Lebaran

    JAYAPURA, Sapapapua.com – Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memberikan diskon khusus untuk harga Avtur sebesar 10% bagi maskapai penerbangan yang melakukan pengisian di Bandara Sentani Jayapura, Bandara Frans Kaisiepo Biak, dan…

    Pertamina dan Polda Papua Evaluasi Pelayanan BBM dan Pelumas Tahun 2025

    ​JAYAPURA, Sapapapua.com – Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku dan Kepolisian Daerah (Polda) Papua menggelar Agenda Pencocokan & Penelitian Serta Evaluasi Pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Pelumas Tahun Anggaran 2025…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *