
JAYAPURA, Sapapapua.com – Pasca penyerangan terhadap Bripda Diego Rumaropen pada Sabtu lalu. Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri mengunjungi orang tua dan keluarga korban pada Selasa (21/06/2022) siang.
Kapolda terlebih dulu menemui kedua orang tua korban di rumah duka. Kedatangan kapolda disambut isak tangis dari Suzan Merani ibu dari almarhum Bripda Diego yang tidak percaya kehilangan putra sulungnya dengan cara yang tragis.
” Sebagai seorang mama, saya merasa sangat kehilangan anak, saya tidak bisa terima kejadian ini karena sakit sekali. Saya minta keadilan untuk anak saya,” ujar Suzan Merani dihadapan kapolda.
Usai pertemuan dengan orang tua korban, Kapolda juga menggelar pertemuan dengan keluarga besar korban di Mapolres Jayawijaya. Dalam pertemuan itu, keluarga meminta kasus pembunuhan anaknya diusut tuntas dan meminta pelaku pembunuhan ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Menanggapai permintaan orang tua dan keluarga, Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fahkiri menegaskan sudah mencopot Komandan Kompi D Wamena, AKP Rustam karena menyalahi Standar Operasional Prosedur.
“ Permasalahan ini sedang ditangani secara transparan, komandannya dinyatakan bersalah secara SOP dan kami copot bersangkutan dari Danki Brimob Wamena,” ucap Fakhiri usai menerima tuntutan keluarga di Mapolres Jayawijaya pada Selasa siang.
Kapolda menyebut, saat ini Tim Polda sementara melakukan pemeriksaan terhadap AKP Rustam dan apabila terbukti bersalah maka akan diproses hukum. “ Yang bersangkutan terlibat pelanggaran SOP, berikan kepercayaan kepada Tim Polda yang bekerja untuk mengungkap kasus ini,” ujar Fakhiri.
Mantan Dansat Brimob Polda Papua itu juga menegaskan akan terus mencari pelaku pembunuhan serta melakukan upaya penegakan hukum terhadap pelaku.
“ Saya tegas bahwa kita tidak akan main-main, anggota kita terus kerahkan untuk mengejar pelaku. Kami minta dukungan dari keluarga bantu dengan doa agar aparat yang bekerja segera mungkin menemukan pelaku,” harapnya.
Untuk diketahui, sebelumnya satu anggota Brimob bernama Bripda Diego Rumaropen yang bertugas di Batalyon D Wamena gugur diserang Orang Tak Dikenal pada Sabtu Sore. Dari penyerangan itu, pelaku juga berhasil merampas dua pucuk senjata api laras panjang. (Redaksi)






