
JAYAPURA, Sapapapua.com – Acara bakar batu yang melibatkan dua kelompok warga dari Distrik Muara berakhir bentrok. Akibatnya tujuh orang terluka dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Mulia.
Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara yang dikonfirmasi membenarkan insiden tersebut. Kapolres menjelaskan, kejadian berawal saat sekolompok masyarakat yang sedang dipengaruhi minuman keras memprotes pembagian daging babi (wam) yang diduga tidak sesuai.
Aksi protes itu akhirnya berujung saling serang antar warga menggunakan panah yang menyebabkan tujuh orang terluka akibat terkena panah.
“ Buntut dari aksi saling serang antar kelompok masyarakat tersebut tercatat sebanyak tujuh orang terluka akibat terkena panah,” katanya ketika dikonfirmasi pada Rabu malam.
Pasca bentrok tersebut, polisi langsung dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan mengevakuasi seluruh korban ke RSUD Mulia untuk penanganan medis.
“ Anggota kami sudah mensterilkan area tempat kejadian untuk mengantisipasi aksi balasan. Selain itu, anggota juga sudah mengevakuasi para korban ke RSUD Mulia untuk penanganan medis,” imbuhnya.
Kapolres menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi yang dapat mengganggu situasi kamtibmas di Puncak Jaya.
“ Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal ataupun berada di seputaran lokasi kejadian agar tetap tenang dan tidak terpancing atas aksi saling serang yang telah terjadi. Kami juga akan melakukan patroli guna mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,” tutupnya. (Redaksi)






