
JAYAPURA, Sapapapua.com – Ratusan kios dan rumah milik warga di Pasar Dolog, Distrik Agats Kabupaten Asmat ludes terbakar pada Minggu (16/10/2022) pagi sekitar pukul 04.30 WIT.
Dari keterangan sejumlah saksi, api pertama terlihat dari salah satu rumah warga yang berada di belakang pasar. Melihat api yang terus membesar sejumlah warga berusaha menyelamatkan barang barang mereka, sedangkan warga lainnya bersama aparat gabungan TNI-Polri pun berupaya memadamkan api.
Upaya pemadaman juga berlangsung dramatis karena tidak ada mobil pemadam kebakaran, sehingga upaya pemadaman hanya bisa menggunakan mesin pompa air dan dilakukan secara manual menggunakan ember serta peralatan lainnya.
“ Kami mendapat informasi kebakaran sekitar pukul 05.00 WIT, sehingga kami mengerahkan sedikitnya 40 personil untuk membantu memadamkan api. Namun kendala yang kita hadapi yakni kita kesusahan air dan tidak ada mobil pemadam kebakaran, sehingga harus menggunakan alkon (mesin pompa air) dan alat tradisional lainnya untuk memadamkan api,” kata Wakil Komandan Yonif R 600/ Modang, Mayor Inf Ganda Samosir pada Minggu pagi.
Dikatakan, untuk mencegah api terus merembet ke bangunan lainnya, warga dan aparat TNI-Polri terpaksa merusak beberapa rumah lainnya.
“ Untuk memutus api, kami bersama dengan warga terpaksa membongkar beberapa rumah untuk memutus penyebaran api,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, mengungkapkan, akibat kejadian tersebut, sebanyak 121 kios dan 4 rumah warga hangus terbakar.
“ Dari data yang dikumpulkan, jumlah kios yang terbakar sebanyak 121 dan 4 rumah, masing-masing di Blok D, Blok G, Blok H, Blok E dan Blok F,” katanya ketika dikonfirmasi pada Minggu sore.
Terkait penyebab kebakaran, Kamal mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan, dengan melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian.
“ Untuk penyebab terjadinya kebakaran masih dilakukan penyelidikan, Satuan Reskrim Polres Asmat akan segera melakukan Olah TKP untuk mengungkap penyebab terjadinya kebarakan tersebut,” ujarnya. Dikatakan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta. (Redaksi)








