
JAYAPURA, Sapapapua.com – Kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai yang menyebabkan satu warga sipil tewas, dua polisi terluka dan enam kantor pemerintah dibakar menjadi atensi Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri.
Mantan Dansat Brimob Polda Papua itu menyanyangkan kejadian yang terjadi di Dogiyai dan meminta jajarannya untuk menindak tegas pelaku penyerangan warga dan pembakaran kantor pemerintah.
“ Saya sudah minta personil disana (Dogiyai) untuk menangkap pelaku pembunuhan dan pembakaran kantor pemerintah. Penegakan hukum harus ditegakan sehingga masyarakat tidak main hakim sendiri,” tegasnya saat memberikan keterangan di Kota Jayapura pada Senin (14/11/2022) sore.
Menurutnya, kasus kecelakaan lalu lintas tidak bisa dijadikan alasan untuk membuat tindakan anarkis yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa serta pembakaran kantor pemerintah.
“ Jangan dijadikan moment lakalantas untuk merusak, membakar atau membunuh orang lain. Sehingga saya perintahkan anggota disana untuk mencari para pelaku dan diproses hukum,” imbuhnya.
Bahkan kata Kapolda, saat ini pihaknya sudah mengirim tambahan personil brimob untuk membantu pengamanan serta membantu penegakan hukum terhadap para pelaku.
“ Saat ini satu Kompi Brimob Polda Papua telah berada di Dogiyai guna membantu perkuatan keamanan Polres Dogiyai. Saat ini, aparat gabungan TNI-Polri sedang berupaya melakukan penyisiran guna menangkap para pelaku,” jelasnya.
Kapolda juga memerintahkan jajarannya untuk mencari lima orang pekerja yang masih dinyatakan hilang pasca kerusuhan yang terjadi.
“ Pak Dirkrimum juga sudah disana untuk membantu polres setempat, jadi saya perintahkan untuk mengelola dengan baik proses pembakarannya, pembunuhan hingga pencaran lima orang warga yang dinyatakan hilang itu,” bebernya.
Mantan Kapolres Jayapura itu juga meminta kepada kepala daerah dan jajaran agar kembali ke Dogiyai untuk membantu aparat kepolisian menyelesaikan masalah yang terjadi.
“ Saya juga berharap agar bupati dan pejabatnya berada di tempat untuk membantu kami aparat keamanan, jangan biarkan masyarakat sendiri seperti itu,” pintanya. (Redaksi)






