
SENTANI, Sapapapua.com – Rentetan aksi teror yang dilakukan oleh Kelompok Separatis Teroris (KST) Kodap XXXV Bintang Timur pimpinan Ananias Atimimin di Distrik Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang membuat resah kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.
Tercatat sejak 07 Januari, KST sudah melakukan empat kali teror dengan menembak aparat gabungan TNI-Polri, membakar SMKN 1 Oksibil dan menembaki pesawat cargo Ikairos. Serta membakar Kantor Dukcapil Distrik Oksibil.
Dengan sejumlah teror tersebut, Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring menyampaikan akan mengambil langkah-langkah tegas untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
“ Tidak ada ajaran agama manapun yang membenarkan untuk membunuh secara sadis, membuat video, memviralkan dan menyebarkan untuk menumbuhkan ketakutan di masyarakat. Ini merupakan pekerjaan teroris yang dirinya sedang dirasuki oleh setan. Jadi kami menilai aksi-aksi teror yang dilakukan ini sudah harus dipertanggung jawabkan,” tegas Danrem kepada wartawan di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani pada Jum’at (13/1/2023).
Danrem menyebut bahwa, TNI-Polri akan melakukan penegakan hukum untuk menangkap kelompok KST yang telah melakukan aksi teror dan pengrusakan fasilitas umum di Distrik Oksibil Kab. Pegunungan Bintang.
“ Perintah pimpinan kepada kami sudah jelas, kejar dan tangkap. Ini dilakukan dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif di Kabupaten Pegunungan Bintang. Kita tidak bisa membiarkan aksi KST terus berlanjut, sebab hal ini akan berdampak pada terganggunya kegiatan masyarakat baik dalam hal pendidikan, kesehatan dan ekonomi yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk negara hadir sampai ke pelosok-pelosok terpencil,” ungkap Danrem.
Danrem berharap, para Tokoh Adat dan Tokoh Agama serta seluruh elemen masyarakat turut mengambil peran sehingga para pelaku dapat menyerahkan diri.
“ Kita perlu bantuan para Tokoh Adat, Tokoh Agama dan seluruh elemen masyarakat untuk meminta agar saudara-saudara kita dapat menghentikan aksi teror yang mereka lakukan dan segera menyerahkan diri secepatnya untuk mempertanggung jawabkan kejahatan yang telah dilakukannya selama ini. Lebih baik menyerah sekarang, sebelum kami melakukan penegakan hukum secara tegas, terarah dan terukur,” tegas Danrem.
Selain itu, Danrem juga menghimbau agar masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi serta mempercayakan kepada aparat keamanan TNI-Polri.
“ Masyarakat dapat mengamankan diri sementara di pos-pos TNI-Polri yang ada. Jika melihat atau mengetahui keberadaan KST dan DPO Polres serta kegiatan-kegiatan yang mencurigakan, segera laporkan kepada kami,” imbuhnya. (Redaksi)






