1.883 Warga Bibida Mengungsi, Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

PANIAI, Sapapapua.com – Penjabat Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk mengunjungi langsung lokasi pengungsian di lokasi Gereja Katolik Paroki Salib Suci, Kampung Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. 

Kedatangan Pj Gubernur Ribka Haluk disambut hangat oleh seluruh masyarakat pengungsi dan juga Pemerintah Kabupaten Paniai. 

Sesampainya dilokasi pengungsian, Pj Gubernur didampingi Pj Sekda Papua Tengah, Lo Kapolda Papua, Lo Binda Papua, Danrem 173/PVB serta Muspida Kabupaten Paniai langsung berdialog dengan masyarakat.

Pj. Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk menegaskan, Pemprov Papua Tengah bersama Pemda Kabupaten Paniai serta TNI-Polri telah siap memfasilitasi masyarakat untuk kembali ke kampung halamannya masing-masing. 

“Tadi masyarakat sampaikan ingin secepatnya kembali ke Bibida. Danrem telah sampaikan kepada kami daerah Bibida sudah kembali aman. Sehingga saya sudah sampaikan agar TNI-Polri dan Pemda Paniai untuk segera memfasilitasi dan mengatur mekanisme serta teknis masyarakat kembali ke kampung mereka masing-masing,” katanya kepada wartawan.

Ribka Haluk menjelaskan saat ini tercatat sebanyak 1.883 orang yang memilih untuk mengungsi. Atas kejadian ini Pemda telah menetapkan status tanggap darurat bagi masyarakat Bibida selama 14 hari.

“Jadi masyarakat ini mengungsi sudah 1 minggu, sehingga kita buat status tanggap darurat selama 14 hari. Para pengungsi ini adalah tanggungjawab pemerintah. Sehingga selama dalam pengungsian kami dari pemerintah telah menyiapkan segala kebutuhan masyarakat, baik dari sisi kebutuhan makan minum, kesehatan dan tim trauma healing,” ungkapnya.

Ribka Haluk menuturkan dalam pengamatannya tak ada masyarakat yang terserang penyakit dan semuanya mendapatkan asupan makanan selama dalam pengungsian. Ia juga senang kehadirannya diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Selama pertemuan tadi masyarakat duduk, diam dan mendengar, ini menandakan masyarakat disini memiliki budaya dan santun serta menghargai upaya pemerintah untuk membantu mereka. Dengan begini saya percaya masyarakat akan segera pulih secara psikologis dan siap untuk kembali kampung halaman mereka,” ujarnya.

Ribka Haluk berharap agar Kabupaten Paniai ini segera pulih kembali dan tidak ada lagi gangguan keamanan yang mengorbankan masyarakat. Ia meminta agar semua pihak ikut mewujudkan Papua Tengah aman dan nyaman.

“Saudara-saudara yang tidak puas dengan pemerintahan, ayo mari bergabung dan bersatu kita bangun daerah ini. Apalagi ini Papua Tengah sudah memiliki pemerintahan baru, kita pemerintah sudah siap untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat,” tuturnya.

Dalam kunjungan itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyerahkan bantuan beras 10 ton, minyak goreng, supermie, garam, makanan tambahan balita dibawah 5 tahun, pemberian makanan ibu hamil, susu balita dibawah 5 tahun, susu anak-anak diatas 5 tahun. (Redaksi)

  • Related Posts

    Diduga Kompor Meledak, 11 Kios di Lanny Jaya Ludes Terbakar

    JAYAPURA, Sapapapua.com – Kebakaran hebat terjadi di Ibukota Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan pada Jumat (30/5/2025) sore. Dari data kepolisian, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 WIT. Api berasal dari…

    Bentrok Antar Pendukung Calon Bupati Kembali Pecah di Puncak Jaya

    JAYAPURA, Sapapapua.com – Massa pendukung bupati dan wakil bupati Puncak Jaya nomor urut 01, Yuni Wonda-Mus Kogoya kembali terlibat bentrok dengan pendukung paslon 02, Miren Kogoya-Mendi Wonerengga pada Senin (3/3/2025).…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *