
JAYAPURA, Sapapapua.com – Penangkapan Calon Bupati Biak Numfor, HAN oleh Polda Papua karena dugaan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur direspon positif oleh Ketua Pemuda Papua Parubahan, Jacob Albert Pangkali.
Menurutnya penangkapan HAN adalah langkah tegas kepolisian untuk memberantas kejahatan di Papua tanpa memandang status sosial.
“Sangat disesalkan kasus dugaan pelecahan seksual ini dilakukan salah satu petingi partai besar di Republik Indonesia. Untuk itu, kami sangat mendukung kinerja Polda Papua untuk segera menuntaskan kasus tersebut karena setiap warga negara sama di mata hukum,” kata Pangkali dalam siaran pers pada Jumat (22/11/2024) malam.
Ia pun meminta agar proses hukum terhadap tersangka HAN tetap berlanjut hingga mendapat kekuatan hukum tetap.
“Pelaku harus diproses hukum, tidak boleh dilepas. Semau masyarakat sama di mata hukum,” tegasnya.

Sebelumnya, HAN yang merupakan salah satu kandidat Calon Bupati Biak Numfor ditangkap di kediamannya di Biak pada Jumat pagi atas kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur. Dia kemudian diterbangkan ke Jayapura untuk pemeriksaan lebih lanjut di Polda Papua.
Direskrimum Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Fauzi, menyebut, pelecehan terhadap anak dibawah umur ini masuk kategori luar biasa atau extraordinary crime.
“Alasan penangkapan karena ini kejahatan luar biasa atau extraordinary karena dugaan pelecehan seksual terhadap seorang laki-laki yang dilakukan oleh seorang laki-laki,” katanya kepada wartawan di Mapolda Papua.
Kombes Fauzi yang memimpin langsung penangkapan menjelaskan, tersangka dilaporkan pada 9 November 2024 atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang dilakukan HAN.
“Namun karena dipanggil sebagai saksi tak datang, maka setelah hasil visum korban keluar dan berdasarkan laporan ke Polres Biak, Polda Papua kemudian menetapkan HAN sebagai tersangka dan langsung di tahan,” bebernya. (Redaksi)






