
JAYAPURA, Sapapapua.com – Dalam rangka memastikan kelancaran pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, personel Polda Papua yang tergabung dalam Operasi Mantap Praja Cartenz II-2024 wilayah Papua Pegunungan melaksanakan pengawalan distribusi logistik kotak suara ke beberapa distrik di Kabupaten Yalimo.
Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yalimo, Yames C Timpal, menjelaskan bahwa Kabupaten Yalimo memiliki topografi yang cukup menantang dengan 301 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di lima distrik.
“Ada beberapa titik yang sangat ekstrim, sehingga distribusi logistik di distrik Welarek harus dilakukan melalui udara, karena tidak ada akses darat yang bisa digunakan,” jelasnya.
“Untuk ke Welarek kami sudah menjadwalkan sembilan penerbangan untuk pendistribusian logistik kesana. Semoga cuaca mendukung sehingga cepat selesai,” tambahnya.
Yames menambahkan bahwa distribusi logistik dimulai sejak hari Minggu dan sudah di distribusikan di beberapa distrik, diantaranya Distrik Abenaho, Elelim, Apalapsili dan Benawa.
“Semua yang melalui jalur darat dari Abenaho, Elelim sampai Apalapsili sudah didistribusikan. Untuk Distik Benawa masih ada satu titik yang harus dilalui melalui jalur darat sehingga sampai saat ini masih dalam perjalanan
Ia berharap agar semua masyarakat Kabupaten Yalimo berpartisipasi dalam Pilkada dengan datang ke TPS dan memberikan hak pilihnya kepada calon yang diinginkan.
“Harapan kami adalah ‘one man one vote’, satu nilai satu suara untuk satu orang yang akan membawa perubahan di Kabupaten Yalimo. Kami berharap masyarakat memanfaatkan hak pilih mereka untuk menentukan pemimpin terbaik di Yalimo dan Provinsi Papua Pegunungan,” harap Yames.
Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Mantap Praja Cartenz II – 2024 Wilayah Papua Pegunungan, AKBP Agus Hariyadi, menegaskan komitmen pihaknya dalam memberikan pengamanan ekstra demi tercapainya Pilkada yang lancar, aman dan damai.
“Kami akan terus berupaya agar semua tahapan Pilkada berjalan dengan baik, dengan keamanan yang terjamin,” katanya. (Redaksi)








