
JAYAPURA, Sapapapua.com – Motif penikaman terhadap Kepala Rumah Sakit LB Moerdani Merauke, Mayor CKM dr. Bani Arjihans akhirnya terungkap. Pelaku Sertu Muhamaad Alkausar diketahui sudah menaruh dendam kepada korban sebelumnya.
Komandan Korem 174/ATW Merauke, Brigjen TNI Reza Pahlevi, mengungkapkan, dua pekan lalu pelaku Sertu Muhamaad Alkausar sempat mengajukan cuti, namun tidak diijinkan oleh korban dengan alasan rumah sakit kekurangan tenaga medis.
Selain itu kata Danrem, pelaku juga baru kembali aktif bekerja sekitar dua minggu karena ijin sakit.
“ Pelaku pada tanggal 16 Mei kena musibah sehingga dia istrirahat dan baru tindakan operasi tanggal 3 Juni untuk pasang pen. Setelah itu diberikan waktu istirahat 14 hari dan dia baru masuk kantor sekitar 2 minggu ini. Jadi kalau dia ajukan cuti itu belum bisa diijinkan karena yang bersangkutan sudah cukup lama tidak masuk kerja,” kata Danrem kepada wartawan d Merauke, Rabu siang.
Bahkan Danrem menyebut, pelaku sudah merencanakan untuk menikam korban. “ Jadi pelaku sudah merencanakan pembunuhan terhadap korban dengan menyiapkan belati dengan panjang 30 cm yang digunakan untuk menikam korban,” bebernya.
Danrem menambahkan, saat ini pelaku Sertu Muhamaad Alkausar sudah ditetapkan sebagai tersangka utama pembunuhan Kepala Rumah Sakit LB Moerdani Merauke, Mayor CKM dr. Bani Arjihans.
“ Dari sejumlah saksi yang sudah diperiksa serta alat bukti yang didapatkan, yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” imbuhnya.
Jenazah Kepala Rumah Sakit LB Moerdani Merauke, Mayor CKM dr. Bani Arjihans dipulangkan ke kampung halaman di Purwakarta, Jawa Barat pada Rabu pagi. Upacara pelepasan diikuti oleh ratusan tenaga medis dan personil TNI.
Sebelumnya, Kepala Rumah Sakit LB Moerdani Merauke, Mayor CKM dr. Bani Arjihans ditikam Sertu Muhamaad Alkausar pada Senin pagi usai apel. Akibat penikaman itu, korban meninggal dunia di RS Angkatan Laut Merauke. (Redaksi)






