
JAYAPURA, Sapapapua.com – Paguyuban Nusantara Provinsi Papua menggelar silaturahmi dengan Calon Gubernur Papua, Paulus Waterpauw di Kota Jayapura pada Selasa (4/6/2024) malam.
Pertemuan yang dipimpin Ketua Paguyuban Nusantara Provinsi Papua, Junaidi Rahim ini turut dihadiri Ketua Ikatan Keluarga Toraja Provinsi Papua, Edie Rante Tasak, Ketua Kerukunan Himpunan Jawa Madura (HKJM) Papua, Sarminanto, Ketua Umum Pasundan Papua, Irianto Pawika, Ketua Harian Kerukunan Keluarga Maluku Utara, Hualis Tabulu, Pengurus Kerukunan Masyarakat Batak, R Sihombing, Ketua Umum Kawanua, Jory Lumingkewas dan sejumlah pengurus Flobamora Papua.
Dalam silaturahmi tersebut, Junaidi Rahim mengakui sebelum sosok Paulus Waterpauw muncul, posisi paguyuban nusantara bingung menentukan pilihan. Namun sejak munculnya baliho raksasa bergambar wajah Paulus Waterpauw disertai ucapan “Mohon Doa Restu” menandakan Kaka Besar Paulus Waterpauw kembali ke Papua.
“Terakhir, kami kaget melihat baliho bapak di Imbi. Wah, ini berarti beliau balik di Papua dan tentunya kami respons positif,” jelasnya.
Menurut Junaidi, kriteria Paulus Waterpauw sebagai seorang pemimpin tak diragukan lagi karena berpengalaman sebagai Kapolda, Kabaintelkam hingga Penjabat Gubernur Papua Barat.
“Dari semua calon yang akan maju hari ini, track record yang tertinggi, ya sudah pasti beliau yang memiliki track record sebagai seorang pemimpin. Artinya, bukan hanya di Papua, tapi juga pemimpin nasional,” terang Junaidi.
Anggota Paguyuban Nusantara lainnya, H. Achmad Jainuri menyebutkan Paulus Waterpauw adalah sosok pemimpin kuat, tegas dan berkomitmen untuk Papua.
“_Angin berhembus_ kencang membawa Pak Paulus dari Papua Barat ke Papua. Pemimpin terbaik itu adalah pemimpin yang mempunyai kapasitas, kapabilitas dan isi tas,” katanya, disambut tawa dari Paguyuban Nusantara.
Dirinya bahkan meminta tim kerja pemenangan Paulus Waterpauw mengirimkan stiker atau sejenisnya untuk dibagikan.
“Basis massa itu di kampung. Mereka pemilih real. Hal lainnya yang diinginkan masyarakat adalah keamanan dan kenyamanan di Tanah Papua. Itu sudah jauh lebih cukup, soal pekerjaan pasti bisa dicari,” katanya. (Redaksi)








