
JAYAPURA, Sapapapua.com – Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw bersama 12 tokoh dan kepala daerah se-Indonesia menerima penghargaan KNPI Award 2024 pada Sabtu (27/7/2024).
Pemberian penghargaan dari KNPI kepada 13 tokoh ini dalam rangka peringatan HUT ke-51 DPP KNPI.
Paulus Waterpauw terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan karena punya kepedulian tinggi terhadap pemuda saat menjabat sebagai Pj Gubernur Papua Barat sejak Mei 2022-Oktober 2023.
Bersama Paulus Waterpauw ada 12 nama besar lainnya, diantaranya Prof. Dr. Mahfud MD, Dr. Oesman Sapta Odang, Fahira Idris SE, M.H, Ir H. Arinal Djunaidi, Brigjen Pol (Pur) Dr (HC) H Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum dan tokoh-tokoh lainnya.
Paulus Waterpauw telah menerima rekomendasi dari Partai Golkar menjadi calon gubernur Papua yang akan mengikuti kontestasi Pilkada November 2024 mendatang.
Paulus Waterpauw adalah salah satu Orang Asli Papua (OAP) terbaik karena memiliki karir cemerlang di Kepolisian. Menjadi Orang Papua pertama yang mencapai pangkat bintang tiga Komisaris Jenderal dengan jabatan Kabaintelkam Polri.
Juga menjadi OAP pertama yang menjabat Kapolda sebanyak 4 kali yaitu dua kali di Polda Papua, Polda Papua Barat dan Polda Sumatera Utara.
Berkarier di politik prestasi Paulus Waterpauw tidak kalah cemerlangnya. Menjadikan Partai Golkar di Papua Barat pada Pileg 2024 sebagai pemenang dengan meraih tujuh kursi di DPR Papua Barat.

Masih banyak lagi prestasi lainnya yang semuanya menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua untuk terus belajar, berjuang, memgembangkan potensi diri bersaing dengan pemuda-pemuda lain dari seluruh penjuru nusantara, menjadi bagian dari pemimpin nasional.
Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama, mengatakan, penghargaan kepada 13 tokoh dan kepala daerah ini karena dinilai peduli terhadap kemajuan pemuda di Indonesia.
“Kegiatan ini adalah bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa para tokoh dan pemimpin kepala daerah yang telah berkontribusi besar bagi kemajuan pemuda di daerah Indonesia,” kata Haris Pertama dalam sambutannya.
Haris menekankan pentingnya peran pemuda dalam memperkuat fungsi kepala daerah dan otonomi daerah.
“Kekuatan pemuda saat ini harus mampu memperkuat fungsi Kepala Daerah dan otonomi daerah, jangan sampai kepala daerah tidak punya kekuatan mengambil kebijakan seperti izin tambang,” jelasnya.
“Hak-hak kepala daerah seperti gubernur dan bupati harus diperkuat oleh kawan-kawan pemuda, termasuk undang-undang otonomi daerah, agar daerah yang kaya sumber daya alam bisa memakmurkan masyarakatnya,” pungkas Haris. (Redaksi)






