
JAYAPURA, Sapapapua.com – Sebanyak 30 relawan dari Perwira Pertamina menggelar aksi mengajar sehari di SD Negeri 5 Puay, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura pada Senin (26/8/2024).
Aksi mengajar sehari ini merupakan wujud kepedulian PT Pertamina terhadap dunia pendidikan di Indonesia, khususnya Kabupaten Jayapura, Papua.
Dalam kegiatan ini, puluhan Perwira Pertamina terjun langsung untuk berbagi pengetahuan serta menebar inspirasi positif sekaligus memperkenalkan berbagai profesi di Pertamina. Para Perwira Pertamina juga memberikan pengenalan awal tentang lini produk Pertamina kepada 89 siswa-siswi yang ada di SD Negeri 5 Puay.
Kordinator Wilayah Jayapura Pertamina Papua Maluku, Waskita, menjelaskan bahwa program PEN menjadi manifestasi nyata dari kepedulian Pertamina terhadap pendidikan nasional.
“Kami ingin memperkenalkan Pertamina kepada para siswa sejak dini, agar mereka memahami pentingnya energi dan bagaimana menggunakannya dengan bijak, sekaligus memberikan kesempatan bagi perwira Pertamina untuk kembali ke masyarakat dan berbagi pengetahuan dengan anak-anak,” katanya kepada wartawan
Waskita bilang, terpilihnya SD Negeri 5 Puay karena berada di perkampungan dan jarang mendapatkan perhatian pemerintah.
“Setelah melakukan survei di beberapa lokasi, kami memilih disini karena beberapa fasilitas di sekolah ini rusak dan perlu bantuan. Kami berharap kehadiran kami bisa membantu sekolah dan anak-anak siswa disini,” ujarnya.
Ia berharap aksi mengajar ini bisa memberikan semangat dan motivasi bagi anak-anak papua untuk sekolah dan mewujudkan cita-cita mereka.
“Pesan yang kami ingin sampaikan adalah anak-anak ini meskipun sekolah di kampung, namun mereka harus semangat dan termotivasi untuk mengejar cita-cita mereka karena mereka adalah masa depan Papua dan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri 5 Puay, Angganita Tokoro mengapresiasi relawan pertamina yang peduli pendidikan di Kabupaten Jayapura.
“Bangga sekali karena Pertamina bisa hadir disini dan membantu kami. Semoga kerjasama ini terus berlanjut walaupun terjadi pergantian kepala sekolah,” katanya.
Ia juga menyebut keadaan sekolah tengah rusak dan kekurangan tenaga guru, serta tidak ada rumah untuk guru. Ia berharap peran serta Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk dapat memperbaiki sekolah tersebut.
“Seperti yang bapak ibu lihat ada banyak fasilitas sekolah yang rusak dan belum bisa di perbaiki. Harapan kami pemerintah bisa melihat ini (kerusakan fasilitas) dan membantu memperbaiki sehingga anak-anak bisa belajar dengan tenang,” tandasnya.
Kegiatan PEN ini telah menjadi agenda rutin tahunan bagi para perwira Pertamina. Untuk tahun ini, PT. Pertamina Patra Niaga Regional Papua-Maluku menggelar Pertamina Energi Negeri (PEN) secara serentak di empat daerah, yakni, Jayapura, Sorong, Ambon dan Ternate. (Redaksi)






