
JAYAPURA, Sapapapua.com – Tokoh Agama Kabupaten Jayawijaya, Pdt Alexander Maury meminta Majelis Rakyat Papua untuk bersikap netral dalam menyikapi pro dan kontra pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua.
Menurutnya, MRP sebagai lembaga kultural orang papua seharusnya netral untuk menerima seluruh aspirasi dukungan maupun penolakan daerah otonom baru.
” Sebagai lembaga kultur orang Papua seharusnya MRP netral untuk menerima aspirasi suara dukungan dan menolak DOB, bukannya menggiring opini,” katanya ketika dikonfirmasi pada Minggu (05/06/2022) sore.
Maury menduga saat ini MRP tidak netral, tapi sudah berdiri untuk kepentingan kelompok tertentu.
” MRP harus melihat kepentingan Papua secara keseluruhan, bukan menyusupi kepentingan kelompok tertentu, seperti DOB hanya pro bagi yang menolak saja, sementara yang mendukung diacuhkan,” imbuhnya.
Menurut Maury, pro dan kontra terhadap suatu kebijakan itu merupakan hal yang biasa, namun jangan sampai ada kelompok yang memaksakan kehendak dan menentang kebijakan pemerintah.
” Apapun penilaian baik itu menolak atau menerima, harus diserap secara bijak tanpa ada kepentingan. Kebijakan pemerintah pusat termasuk DOB dan Otsus tujuannya adalah baik untuk tanah Papua,” jelasnya.
” Intinya saat ini kita berjalan dalam rancangan dan kehendak Tuhan, pasti ada yang terbaik. Kita sebagai masyarakat harus mengawali dan memberikan penilaian agar ada perubahan yang diinginkan,” tegasnya. (Redaksi)






