Ada Dugaan Penipuan, BPC HIPMI Jayawijaya Minta Bupati Hentikan Sementara Pekerjaan Tower Bakti

WAMENA, Sapapapua.com – Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Jayawijaya, Agung Rezki Muljansyah, mengaku menerima sejumlah keluhan soal pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Keluhan yang diterima menyangkut adanya dugaan penipuan yang dilakukan oleh perusahaan yang mengerjakan pembangunan Tower Bhakti di Wamena maupun di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Dugaan penipuan tersebut dalam bentuk sewa kendaraan, upah kerja tukang dan lain-lain. Nilainya pun mendekati milyaran rupiah. Hal ini bahkan sudah dilaporkan ke pihak berwajib oleh warga maupun pengusaha yang dirugikan.

” Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang telah memperhatikan pembangunan di wilayah Papua. Dimana melalui Kementerian Kominfo sudah pembangunan Tower BTS Bhakti yang manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat Papua. Namun dalam pekerjaan itu meninggalkan sejumlah permasalahan, dimana ada sejumlah warga maupun pengusaha yang belum dibayar,” katanya dalam siaran pers yang diterima Sapapapua.com pada Sabtu (25/06/2022) sore.

” Saya pun sering mendapatkan laporan dari anggota HIPMI dan warga masyarakat. Bahkan di Polres Jayawijaya sendiri sering menerima pelaporan terkait permasalahan tower ini. Namun hingga saat ini belum adanya penyelesaian,” akunya.

Untuk itu, Rezki meminta kepada Bupati Jayawijaya untuk menghentikan sementara pekerjaan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di Kabupaten Jayawijaya.

” Kami dari HIPMI Jayawijaya akan bertemu Bupati dan Ketua DPRD Jayawijaya untuk menghentikan pekerjaan tower BTS untuk sementara waktu sampai permasalahan ini selesai,” kata Rezki.

Rezki juga mengajak BPC HIPMI se-Papua untuk ikut mengontrol pekerjaan tower BTS Bhakti di Papua, agar imbasnya bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar secara baik tanpa meninggalkan permasalahan. 

Ditempat terpisah, Ketum BPC GAPENSI Jayawijaya, Fred Huby, menyarankan kepada Kementrian Kominfo untuk melibatkan pengusaha lokal yang lebih mengetahui situasi di daerah.

” Pekerjaan ini ada di distrik dan kampung, sehingga kalau dilakukan kerja sama dengan kami, maka kami bisa rekomendasi kontraktor lokal yang berdomisili di situ, sehingga pekerjaan itu tidak dihambat oleh warga setempat dan harga satuan juga lebih hemat,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jayawijaya, AKP Mattineta, mengakui sudah menerima sejumlah laporan dari masyarakat dan pengusaha soal dugaan penipuan dari pembangunan BTS di Kabupaten Jayawijaya. 

” Sudah ada laporan dari beberapa warga, tapi kami masih menunggu apakah yang melapor akan terus bertambah lagi dalam kasus ini. Kami minta jika masih ada yang merasa dirugikan agar membuat laporan polisinya di SPKT Polres Jayawijaya,” ucapnya. (Redaksi)

  • Related Posts

    TNI-POLRI Tembak Mati Satu Anggota KKB Aibon Kogoya di Nabire

    JAYAPURA, Sapapapua.com – Satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap III D Dulla atas nama Hurbianus Mirip  tewas dalam kontak tembak dengan aparat gabungan TNI-Polri di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Kasatgas…

    Dokter dan Perawat RSUD Yowari Sentani Dipukul Keluarga Pasien

    SENTANI, Sapapapua.com – Dua orang tenaga medis terdiri dari dokter dan perawat yang bertugas di RSUD Yowari Sentani, Kabupaten Jayapura dipukul oleh keluarga pasien pada Rabu (25/2/2026).  Akibat pemukulan itu, seluruh…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *