
AIMAS, Sapapapua.com – Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol. (Purn) Drs. Paulus Waterpauw berharap agar PT. Bank Pembangunan Daerah Papua dapat menjadi tuan dirumahnya sendiri, selain itu Bank Papua juga harus dipimpin oleh orang asli Papua.
Hal ini disampaikan Gubernur Waterpauw, saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank Papua, di Aimas Convention Center, Kabupaten Sorong, Kamis (8/10/2022).
RUPS dihadiri oleh para pemegang saham yang terdiri dari kepala daerah se tanah Papua, yakni Provinsi Papua dan Papua Barat.
“ Kenapa pemimpinya harus orang asli Papua, karena dia lebih memahami kondisi di daerah, tetapi juga harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada, orang bilang jam terbang,” ujar Gubernur Waterpauw.
Menurut Gubernur, RUPS adalah marwah untuk bagaimana melihat Bank Papua dalam membantu masyarakat, bukan hanya sekedar kegiatan formal, yang sifatnya hanya buka dan tutup.
“ RUPS ini marwah kita untuk bicara bagaaimana Bank Papua untuk membantu rakyat itu, memang kalau formal buka tutup selesai. Tapi saya mau kita belajar, kita benahi, saya sangat berterimakasih kepada bapak bupati yang hadir,” kata Gubernur.
Selama kurun waktu kurang lebih enam bulan sebagai Penjabat Gubernur Papua Barat, Waterpauw mengaku Bank Papua belum begitu aktif bersama pemerintah daerah, Bank Indonesia justru lebih aktif dalam berbagai kegiatan daerah ketimbang Bank Papua.
“ Saya baru enam bulan, saya lebih aktif dengan Bank Indonesia dari pada Bank Papua. Ada apa? padahal saya adalah Penjabat Gubernur Papua, harusnya ada komunikasi,” ungkap Waterpauw.
Dengan masa tugas selama satu tahun sebagai Penjabat Gubernur bahkan jika diperpanjang menjadi dua tahun, Waterpauw ingin membenahi hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan dasar Bank Papua kepada masyarakat.
“ Minta maaf saya baru ketemu bapak ibu, masa jabatan saya satu tahun, jika diperpanjang menjadi dua tahun, saya akan koreksi hal ikhwal berkaitan dengan pelayanan dasar, ada banyak persoalan, maka itu turunlah Bapak Bupati/Walikota, blusukanalah belanja masalah di daerah,” pinta Waterpauw.
Ditambahkan Gubernur , selama ini Papua masih mendapatkan perhatian yang begitu besar oleh Pemerintah pusat, jika dibandingan dengan daerah lain sementara dari sisi pendapatan daerah justru kecil.
“ Papua begitu mmendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat jika dibandingan dengan daerah lain, sementara pendapatan daerah kita masih kecil, untuk itu kita melakukan berbagai upaya untuk meningkatan pendapatan daerah kita,” terang Gubernur.
Gubernur mengajak semua pihak untuk belajar dari pengalaman yang lalu karena manajemen/pemimpin bank papua saat itu salah dalam mengambil keputusan strategis sehingga bank papua mengalami kerugian yang cukup signifikan dan Bank Dalam Pengawasan Intensif (BDPI) oleh Otoritas Jasa Keuangan.
” Kita semua berharap supaya perstiwa lalu dimana bank papua nyaris coolaps, menjadi pelajaran tidak terulang lagi maka dalam forum RUPS luar biasa saat ini saya berharap ada OAP yang bisa kita andalkan untuk didukung menjadi calon direktur utama bank papua di periode ini,” tuturnya.
Dikatakan, dalam masa kepengurusan PT. BPD Papua 2021-2025, sudah dua kali laksanakan RUPS luar biasa (tahun 2020 dan 2021), namun belum disetujui direktur utama oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk itu hal ini menjadi perhatian kita terutama biaya dan waktu.
” Kepada dewan komisaris dan direksi, mulai dari sekarang mempersiapkan pegawai senior terutama OAP, harus ada proses regenerasi sehingga bisa memenuhi syarat sebagai kader yang siap untuk memimpin bank papua hari ini maupun pada periode-periode yang akan datang,” pintanya.
” Segera melakukan pembinaan dan pengawasan melekat agar mereka tidak menyalahgunakan jabatan atau tugas untuk melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri, saya yakin bahwa pegawai internal bank papua yang sudah siap, yang paling penting adalah menjaga diri agar jangan buat kesalahan,” tandasnya. (Redaksi)








