
JAYAPURA, Sapapapua.com – Belasan tahun menanti, warga di Distrik Doufo dan Distrik Dervos, Kabupaten Puncak akhirnya bisa menikmati layanan telekomunikasi internet dan telephone seluler.
Hadirnya layanan telekomunikasi internet dan telephone seluler ini diapresiasi oleh warga setempat karena sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga yang ada di kampung.
“ Sejak minggu lalu saya sudah bisa terhubung lewat telephone seluler dengan keluarga di Kampung Korlesi serta di Kampung Wopuka Distrik Doufo. Terus terang kami senang sekali,” kata Pemuda Kampung Kordesi, Distrik Dervos, Penius Karihota yang ditemui di Timika pada Kamis (09/03/2023).
Penius Karihota yang bercita-cita ingin menjadi anggota DPRD Puncak ini, mengaku bahwa dengan adanya telepon tersebut, maka warga kini bersukacita, anak-anak yang sekolah di Jayapura, Timika, Nabire,mereka bisa berhubungan dengan keluarganya di kampung halamannya lewat telephone seluler, video call.
“ Kami sampaikan terima kasih buat Bapak Presiden Jokowi, bapak Menteri Kominfo dan bapak Bupati Puncak dan semua yang sudah membantu sehingga kami masyarakat di Distrik Doufo dan Distrik Dervos bisa menikmati layanan telephone bahkan sudah 4G,”tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Puncak, Herman Ricky Siwi, menyebut, ada enm titik yang diusulkan ke Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk pemasangan BTS, namun baru terealisasi di tiga titik.
“ Usulan kami ke Kementrian Kominfo untuk pemasangan BTS di enam titik. Namun baru tiga titik yang terpasang, tapi dari tiga titik itu, dua titik sudah bisa digunakan atau on air. Kedepan akan dipasang tiga titik lagi,” jelasnya.
“ Jadi yang sudah on air langsung digunakan oleh masyarakat. Kekuatan yang terpasang disana sesuai alokasi dari Bhakti 8 MBPs, 6 untuk donlowd dan 2 untuk uploud,” bebernya.
Mantan wartawan RRI Jayapura ini, mengaku bahwa kekuatan 8 MBPS terbilang masih cukup kecil, karena jumlah penduduk selalu saja bertambah, namun harus disyukuri karena wilayah seperti Doufo dan Dervos yang masuk dalam daerah 3 T sudah memiliki jaringan telekomunikasi.
“ Kita berharap tahun ini ada beberapa progres, seharusnya kita mendapatkan alokasi 114 titik, sayangya kondisi keamanan di daerahlah yang menyebabkan pihak penyedia Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), maupun bupati lebih memetingkan keselematan pihak penyedia ketimbang harus mengejar target,” ungkapnya.
Ricky mengaku, dengan adanya layanan telekomunikasi internet dan telephone seluler, maka sudah memenuhi janji bupati kepada warga setempat.
“ Ini sesuai dengan program Bapak Presiden Jokowi maupun janji bapak bupati kepada masyarakat disana dan akhirnya sudah terpenuhi,” jelasnya.
Untuk diketahui, Distrik Dervos dan Distrik Doufo merupakan dua Distrik yang berada di daerah 3T (terdepan,terpencil dan tertinggal) di bentaran sunggai Mamberamo. Untuk kensana harus menggunakan pesawat berbadan kecil, sehingga dengan adanya jaringan internet ini tentunya membawa dampak pembangunan bagi daerah setempat.
Bahkan Bupati Puncak, Willem Wandik juga beberapa kali ketika kunjungan ke daerah tersebut warga sempat menyampaikan permintaan agar ada jaringan telekomunikasi yang masuk di daerah tersebut. (Diskominfo Puncak)






