
MANOKWARI, Sapapapua.com – Woman20 yang berlangsung di Manokwari, Provinsi Papua Barat yang dilaksanakan 8-9 Juni 2022, menghasilkan 6 pesan moral yang akan dibawa dalam pertemuan G20 2022 di Bali pada November mendatang.
Pesan moral tentang perempuan pedesaan dan disabilitas dibacakan Cendekiawan Perempuan dan UNIPA Els Tjeneke Rieke. Dalam pesannya, para delegasi W20 bersepakat menyampaikan kepada pemimpin dan masyarakat dunia G20 tentang isu perempuan pedesaan serta perempuan disabilitas.
Bahwa kaum perempuan diciptakan setara dengan pria, sehingga tidak ada perbedaan. Sebagian besar penduduk dunia termasuk perempuan hidup di pedesaan yang secara ekonomi masih di bawah garis kemiskinan.
Sebagian besar perempuan masih sebagai penopang ekonomi keluarga terutama di daerah pedesaan. Perspektif dan kebijakan terkait perempuan pedesaan serta penyandang disabilitas berbeda antar negara dan wilayah di dunia.
Berikut enam pesan moral yang dihasilkan dalam pertemuan W20 di Manokwari, Provinsi Papua Barat. Diantaranya, mendorong terbentuknya dunia yang damai dan bumi yang layak huni, bebas dari diskriminasi, konflik dan perang serta menyerukan penghentian tindak kekerasan terhadap kamu perempuan, anak dan penyandang disabilitas di berbagai belahan dunia.
Kedua, mendorong diberikannya perhatian yang lebih dan adanya kebijakan yang pro kepada peningkatan kapasitas perempuan pedesaan dan disabilitas sesuai nilai-nilai kemanusiaan.
Ketiga, memberikan kesempatan dan akses yang seluas-luasnya bagi perempuan perdagangan pedesaan dan penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelayanan dasar, pelayanan dasar pelayanan.
Keempat, mempercepat pembentukan kebijakan ini yang lebih permanen melalui legislasi atau produk regulasi yang melindungi dan meningkatkan kapasitas perempuan pedesaan dan penyandang disabilitas bagi negara atau daerah yang belum memiliki produk hukum tersebut.
Kelima, kami mendukung penuh langkah-langkah konkrit dalam upaya peningkatan kapasitas perempuan pedesaan dan penyandang disabilitas oleh pemerintah masing-masing negara dan daerah sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan, penanggulangan KDRT, peningkatan SDM dan penyelamatan lingkungan hidup dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.
Keenam, secara khusus terkait even ini kami mendukung kebijakan negara membangun dari pinggiran sesuai Visi Presiden Joko Widodo, kebijkan tersebut mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan,.bagi perempuan pedesaan dan penyandang disabilitas sesuai semangat pembangunan berkelanjutan.
Usai pembacaaan enam poin tersebut, dilanjutkan dengan penandatanganan bersama, termasuk ditandatangi olej Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Drs Paulus Waterpauw, M.Si, tokoh perempuan, forkopimda serta organisasi perempuan. (Redaksi)








