
WAMENA, Sapapapua.com – Puluhan prajurit TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya diterjunkan untuk membersihkan Stadion Pendidikan Wamena pada Rabu (25/01/2023).
Pembersihan Stadion Pendidikan Wamena merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI dalam menjaga dan memelihara fasilitas olahraga di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Komandan Kodim 1702/JWY, Letkol Cpn Athenius Murip yang memimpin langsung pembersihan tersebut mengaku prihatin dengan kondisi Stadion Pendidikan Wamena yang tak terawat dan ditumbuhi rumput liar.
Padahal menurutnya, Stadion Pendidikan Wamena merupakan tempat lahirnya tim Persiwa Wamena yang menjadi satu-satunya tim dari wilayah Pegunungan Papua.
” Stadion ini merupakan lokasi terbentuknya club sepakbola kebanggaan Jayawijaya Persiwa Wamena. Namun hari ini kita lihat rumput liar terlalu banyak, sehingga sebagai Dandim saya mengerahkan seluruh personil Kodim 1702/Jayawijaya untuk membersihkan rumput-rumput liar yang sudah tinggi,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Sapapapua.com pada Rabu malam.
Dikatakan, Stadion Pendidikan Wamena tak lagi digunakan untuk menggelar pertandingan sepakbola, namun stadion berkapasitas 20.000 penonton ini masih sering digunakan oleh Pemda Jayawijaya untuk menggelar upacara dan berbagai perlombaan lainnya.
” Saat ini stadion ini sudah tidak digunakan untuk pertandingan sepakbola, tapi masih sering dimanfaatkan untuk upacara, olahraga, serta perlombaan lainnya sehingga wajib dijaga dan dipelihara,” pintanya.
Dandim berharap agar kegiatan ini juga dapat menjadi penyemangat bagi Pemda Kabupaten Jayawijaya untuk terus memelihara fasilitas olahraga yang dimiliki saat ini.
“ Saya berharap agar lapangan ini dapat digunakan untuk aktifitas olahraga sepakbola ataupun joging bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Jayawijaya, sehingga dapat kembali menghidupkan dan menyehatkan generasi muda Kota Wamena,” harapnya.
” Dengan pemeliharaan yang berlanjut dalam jangka panjang, maka akan dapat menimbulkan serta menghidupkan kembali olaharaga sepakbola di wilayah pegunungan khusunya di Kabupaten Jayawijaya,” tandasnya. (Redaksi)






